Postingan

Menampilkan postingan dengan label Article

Uang Koin yang Terabaikan: Kebiasaan Kecil yang Memicu Tekanan Inflasi Diam-Diam

Gambar
 “ Uang Koin yang Terabaikan: Kebiasaan Kecil yang Memicu Tekanan Inflasi Diam-Diam” Riller Katipana Email | IDEAS/RePEc | EconPapers | EconAcademics Ekonomi belum tentu kalah oleh krisis, kadang kalah duluan oleh gengsi yang malu memungut Rp500. ( Satire Milenial & Gen-Z, 2026 ) I. Mengapa Uang Koin Mulai Hilang dari Peredaran?  Di banyak wilayah, termasuk Ambon, uang koin perlahan kehilangan makna di mata masyarakat.  Kembalian Uang Receh  sering ditinggalkan begitu saja, bahkan dianggap sekadar beban kecil yang merepotkan untuk dibawa.  Padahal, dari kebiasaan yang terlihat sepele itu, tersimpan pengaruh ekonomi yang jauh lebih besar daripada nilai nominalnya. Macetnya perputaran uang logam berdampak langsung pada kebijakan harga di tingkat pengecer/pedagang kecil. Fenomena pembulatan harga seperti menggenapkan angka ribuan yang tidak bulat ( nominal ganjil contoh: Rp. 15.750 dibulatkan menjadi Rp. 16.000-dst ) menjadi solusi praktis bagi pelaku usaha. Na...

Paradoks Money Flow Di Maluku : Pertumbuhan Naik, Kemiskinan Bertahan

Gambar
  Paradoks Money Flow  Di Maluku : Pertumbuhan Naik, Kemiskinan Bertahan. Riller Katipana Email | IDEAS/RePEc | EconPapers | EconAcademics I. Ketika Ekonomi Tumbuh, Mengapa Kemiskinan Tetap Tinggi?  Pertumbuhan ekonomi dengan angka pencapaian di atas (>5%) sering dianggap tanda keberhasilan pembangunan suatu wilayah atau daerah di Indonesia. Namun di Maluku dan daerah lain seperti Aceh, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Kep-Riau, Halmahera, dan Jawa Timur.  Dimana wilayah-wilayah ini memiliki pertumbuhan ekonomi tinggi, kekayaan sumber daya alam melimpah, atau pendapatan daerah yang besar, seharusnya memiliki tingkat kesejahteraan meningkat searah dengan laju pertumbuhan ekonomi daerahnya, Namun kenyataannya angka kemiskinan masih tinggi, daya beli lemah, serta ketimpangan ekonomi masih melebar karena manfaat pembangunan hanya dinikmati oleh kelompok tertentu dan tidak merata sampai ke masyarakat luas.  Fenomena ini kemudian d...